Model Bisnis Kick Avenue (Tugas Ecommerce)




TUGAS E-COMMERCE
STUDI KASUS DAN REFERENSI JURNAL
MODEL BISNIS KICK AVENUE

Disusun oleh :
1711011069    Muhammad Fikri Fakhruddin






JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2019/2020

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Di era internet saat ini, media sosial dan platform marketplace e-commerce jadi salah satu wadah untuk interaksi dan berakhir pada aktivitas jual-beli. Sneakers tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga barang investasi. Sebuah sneakers, jika diproduksi terbatas dan jarang di pasaran, bisa naik harganya dua hingga tiga kali lipat, tergantung kelangkaan barangnya. Tetapi ditengah maraknya penjualan sneakers, terdapat banyak yang menjual sneakers replica atau barang palsu sehingga Kick Avenue menjadi sebuah platform marketplace Sneakers di Indonesia yang menjamin akan keaslian sneakers yang dijual. Kick Avenue bekerja sama dengan reseller atau retailer resmi yang akan dijual ke konsumen akhir. Dilihat dari jenis transaksinya, ecommerce dikelompokkan menjadi dua segmen yaitu, business to business ecommerce (B2B e-commerce) dan business to consumer (B2C). B2B e-commerce adalah transaksi perdagangan melalui internet yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan. Transaksi dagang tersebut sering disebut sebagai Enterprise Resource Planning (ERP) ataupun supply chain management. Sedangkan B2C e-commerce merupakan transaksi jual beli melalui internet antara penjual barang konsumsi dengan konsumen (end user) (Ustadidyanto, 2002).

1.2 Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara mempejari model bisnis Kick Avenue yang diterapkan di Indonesia?

1.3 Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui cara model binis Kick Avenue yang diterapkan di Indonesia
















BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Teori Tentang E-commerce
Pemanfaatan internet dalam dunia bisnis lebih dikenal dengan istilah ‘electronic commerce’. Definisi electronic commerce (e-commerce) menurut Laudon & Laudon (2009) adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. E-commerce berguna dalam mengurangi biaya administrasi dan waktu siklus proses bisnis, dan meningkatkan hubungan dengan kedua mitra bisnis dan pelanggan.

Enam dimensi keberhasilan sistem informasi menurut DeLone dan McLean (2004) yang dapat diterapkan juga pada lingkungan e-commerce adalah sebagai berikut:
1. Kualitas Sistem dalam lingkungan Internet, karakteristik sistem e-commerce dapat diukur sesuai kegunaan, ketersediaan, kehandalan, kemampuan beradaptasi, dan waktu respon (misalnya, waktu download dan proses data)
2. Kualitas Informasi dalam menangkap isu konten e-commerce. Jaringan konten harus dipersonalisasi, lengkap, relevan, mudah dimengerti, dan aman jika calon pembeli atau pemasok memulai transaksi melalui internet.
3. Kualitas layanan. Dukungan keseluruhan disampaikan oleh penyedia layanan, terlepas dari apakah dukungan tersebut disampaikan oleh departemen system informasi atau unit organisasi baru atau mungkin secara outsourcing ke penyedia layanan internet.
4. Penggunaan. Diukur dari kunjungan ke situs web dan navigasi dalam situs tersebut untuk pencarian informasi dan pelaksanaan transaksi.
5. Kepuasan Pengguna. Ini merupakan cara penting untuk mengukur pendapat pelanggan dalam sistem e-commerce dan harus mencakup seluruh yang pengalaman pelanggan dalam siklus pembelian, pembayaran, sampai penerimaan produk maupun layanan.
6. Manfaat. Ini juga penting, karena penting untuk menangkap keseimbangan dampak positif dan negatif dari e-commerce pada pelanggan, pemasok, karyawan, organisasi, pasar, industri, ekonomi, dan bahkan masyarakat secara keseluruhan.









BAB III
STUDI KASUS KICK AVENUE
3.1 Kick Avenue
Didirikan pada tahun 2017, Kick Avenue adalah marketplace sneakers online pertama di Indonesia. Kick Avenue berusaha menciptakan marketplace yang aman dan efisien bagi pembeli dan penjual sneakers untuk melakukan transaksi. Kick Avenue memberikan proses otentikasi yang sah untuk memastikan barang tersebut 100% asli seperti yang diharapkan dan akun escrow untuk menjamin pembayaran hanya akan diterima penjual setelah kedua belah pihak mencapai harga kesepakatan. Selain itu, Kick Avenue juga menyediakan fitur penawaran and permintaan harga yang transparan untuk mempertahankan kisaran harga produk yang sehat.
3.2 Bagaimana Cara Kerja Kick Avenue
Kick Avenue telah mengumpulkan sejumlah penjual terbaik dengan tingkat integritas tertinggi. Para penjual yang sudah mendapatkan approval untuk setiap barangnya memperlihatkan koleksi sneakers mereka di situs web dan aplikasi kami (iOS dan Android), sementara pembeli dapat dengan leluasa menelusuri seluruh koleksi. Setiap kali pembeli memesan, kami akan meminta penjual untuk mengirimkan sneakers terjual ke gudang Kick Avenue untuk melakukan otentikasi dan verifikasi terlebih dahulu, lalu kami akan mengirimkan sneakers tersebut ke pembeli. Jika selama proses otentikasi, kami menemukan sneakers palsu, kami akan memproses refund otomatis kepada pembeli. Kick Avenue akan bertindak sebagai perantara untuk menjaga integritas proses jual beli.
Pembeli dan Penjual tidak perlu repot lagi berurusan dengan proses legit checking atau negosiasi yang tidak pernah berakhir, itu akan menjadi tugas kita untuk menjamin kedua belah pihak akan mencapai kesepakatan terbaik dengan fitur penawaran dan permintaan.

3.3 Proses Otentikasi
Kick Avenue memiliki tim expert sneakers yang ahli dalam mengidentifikasi replika / tiruan. Kami menggunakan banyak titik data (diperoleh dari replika yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia) untuk menemukan kejanggalan dalam suatu produk. Kami menganalisa SETIAP sneakers yang dikirim ke gudang kami tanpa kecuali untuk menjamin keasliannya. Kami hanya mengirimkan sneakers begitu telah melewati pemeriksaan ketat kami dan telah dinyatakan asli, lengkap dengan sertifikasi dari Kick Avenue.

Panjang proses bervariasi pada setiap merek karena sneakers menjadi lebih kompleks, namun memiliki lebih banyak data untuk diperiksa. Tapi rata-rata, tidak akan memakan waktu lebih dari 24 jam untuk menentukan keaslian perintah apapun. Lebih baik bersabar daripada menyesal karena kami menggaransikan keaslian untuk kenyamanan dan kepuasan anda.
 

DAFTAR PUSTAKA

Ustadiyanto, Riyeke. 2002. Framework E-Commerce. Yogyakarta: Andi.
Laudon, Ken, and Jane Laudon (2009): Management Information Systems: International Edition, 11/E. Pearson Higher Education, 2009.
Delone, W. H., dan Mclean, E. R. (2004). Measuring e-commerce success: Applying the DeLone dan McLean information systems success model. International Journal of Electronic Commerce, 9(1), 31-47.
Pradana, Mahir: Klasifikasi Jenis-Jenis Bisnis E-Commerce Di Indonesia: Journal Neo-Bis Trunojoyo, (Des 2015) Volume 9, No. 2
https://www.kickavenue.com/ diakses pada tanggal (24 Maret)







Komentar

Postingan Populer